SelayangNews.com, Dumai – Salah satu fokus dari Pemerintahan Kota Dumai adalah pembangunan infrastruktur selain pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu kebijakan pemerintah dalam rangka menggalakkan pembangunan infrastruktur di daerah yaitu melalui pengalokasi Anggaran (DAK). Kebijakan tersebut bertujuan agar belanja pemerintah daerah tidak hanya untuk belanja aparatur saja namun lebih kepada belanja yang ditujukan untuk pelayanan publik.

Melihat data belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari tahun ke tahun, belanja modal yang biasanya sebagai salah satu jenis belanja yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur persentasenya masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.

Belum terpenuhinya kewajiban pemenuhan mandatory spending khususnya untuk pemenuhan anggaran infrastruktur daerah bisa disebabkan oleh salah satunya yaitu kapasitas fiskal daerah yang terbatas. Sebagian besar daerah masih menggantungkan pada tranfer dari pemerintah pusat sehingga sedikit sekali daerah yang mengandalkan penerimaan dari pendapatan asli daerah (PAD).

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah bagaimana mereka mampu mencari peluang untuk meningkatkan ruang fiskal, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Daerah dapat melakukan berbagai hal untuk meningkatkan pendapatan, yaitu dengan menggali potensi pajak dan retribusi daerah, mendorong masuknya investasi di daerah, mengoptimalkan penerimaan dari pemanfaatan kekayaan daerah, optimalisasi penerimaan dividen dari BUMD dan melobi pemerintah pusat.

Daerah dengan APBD yang besar utamanya yang PAD besar, mungkin bisa dengan mudah memenuhi ketentuan belanja yang diatur tersebut. Berbeda halnya dengan daerah yang ukuran APBD-nya kecil sehingga ruang untuk memenuhi semua ketentuan tersebut sempit. Namun, dari semua hal tersebut, kebijakan mandatory spending tujuannya sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Semoga ke depannya daerah bisa memenuhi kewajiban pemenuhan mandatory spending khususnya untuk pemenuhan anggaran infrastruktur daerah agar pelaksanaan pembangunan di daerah bisa lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik.

Seperti tulisan Walikota Dumai di akun Facebook nya berkata, Waktu terus berjalan,
Dan kita, terus melangkah.

Tak terasa, kita sudah sampai di penghujung jalan. Karena ini, adalah hari terakhir saya menjabat sebagai Walikota Dumai untuk periode kedua kepemimpinan saya di Kota yang kita banggakan ini.

Tentu ada banyak cerita yang pernah kita tulis bersama.
ada suka,
Ada juga duka.
Ada bahagia.
ada juga air mata.
Semua bercampur padu dalam hangatnya balutan kita, sebagai sesama warga Kota Dumai.

Saya percaya bahwa, di masa depan Kota Dumai akan terus melesat, maju dan semakin terdepan. Fondasi-fondasi pembangunan yang sudah kita tanam bersama, semoga tetap kokoh dan mengakar kuat sehingga hal tersebut menjadi elemen penting bagi kemajuan kota ini.

Kita berharap dengan bahu membahu, saling mendukung, saling menguatkan antara sesama warga, Kota ini betul-betul dapat memberikan semua harapan yang diinginkan oleh segenap tumpah darah warganya.

Kelak, kalau kita bertemu entah itu di Masjid ataupun mushalla, entah itu di pinggir jalan, entah itu di warung kopi tempat kita biasa berjumpa, atau dimanapun tempat kita bersua, Izinkanlah saya untuk menyapa dan menegur tuan dan puan sekalian.

Semoga, Allah mudahkan segala urusan kita, yang susah menjadi mudah, yang sempit menjadi lapang. Mudah-mudahan segala ikhtiar kebaikan yang pernah kita ukir dan kita persembahkan untuk kota ini menjadi ladang amal ibadah yang berguna bagi kita kelak di yaumil akhir.

Salam hangat dan cinta dari saya,

Zulkifli AS.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Editor : Syarifah