SelayangNews.com, Takalar – Wartawan Kabar Makassar dan Kabar Video Makassar Muh Saleh polisikan Amir selaku pengawas proyek pembangunan Gedung perawatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle yang menelan anggaran Rp15 miliar dari APBD 2018 yang dilaksanakan oleh PT. Kanza Sejahtera, jum’at (28/12) malam.

Laporan Muh Saleh langsung diterima oleh Kanit SPK Polres Takalar, Aiptu Mustafa Hamid, dimana di duga telah terjadi peristiwa tindak pidana pengancaman dan melarang atau menghalang halangi tugas jurnalistik pada saat mau mengambil visual dan gambar pada proyek pengerjaan Gedung Perawatan RS H. Padjonga Daeng Ngalle.

Muh Saleh mengakui bahwa dirinya telah melaporkan Amir selaku Pengawas bersama dengan kawan kawan. Pasalnya semalam (jum’at malam) sekitar pukul 21 : 00, saya berencana mengambil gambar dan vissual di proyek tersebut namun saya dilarang dan dihalang halangi, bahkan Amir mengancam saya dengan menggunakan kepalan tangan.

Sekedar diketahui bahwa proyek tersebut sejak tanggal 26 desember 2018 kemarin, sudah di 100 persenkan pada pembobotan volume pekerjaan. “Itu sudah di 100 kan oleh Konsultan Pengawas pak”, kata Ketua Tim PHO, Ahmad.

Sementara fakta dilapangan pengerjaannya belum 100 persen. Ini dibuktikan pada saat saya bersama wartawan Harian Rakyat Sulsel dan Restorasi mengunjungi proyek itu, ternyata masih ada aktivitas pada malam hari. Sehingga Pengawasnya melarang wartawan mengambil gambar karena terindikasi ada rekayasa pada pembobotan volume pekerjaan tersebut, tegas Muh Saleh. (bp)