SelayangNews.com, Dumai –Dumai Sebagaimana diberitakan media ini, Rabu (13/11/2019) dengan judul “Insinerator RSUD Dumai Tidak Terawat dan Berkarat,” Ternyata beberkan fakta baru yang selama ini berkemungkinan tidak diketahui publik atau orang luar. Fakta tersebut, terkait anggaran pemusnahan yang begitu besar, dan tidak berlebihan apabila dikatakan “Fantastik”.

Mangkraknya mesin insinerator diduga karena rusak, sehingga tidak bisa dilakukan pembakaran sendiri. Ternyata ada faktor lain lebih mendasar, sebagaimana disebutkan sumber dari dalam “insinerator tersebut tidak memiliki izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).” ungkapnya.

Mensiasati persoalan tersebut, haruslah dilakukan kerjasama pemusnahan limbah kesehatan dengan pihak ketiga.Ternyata anggaran yang digelontorkan tidak main-main sebagaimana dijelaskan narasumber inisial (HA) kepada awak media Kamis (14/11/2019)”. Untuk pemusnahan Rp 37 ribu/kg, di tambah biaya transforter Rp 37 juta/trip, dalam sebulan sampah medis RSUD diperkirakan 4 s/d 5 ton”.ujarnya.

Masih menurut (HA) “Awal tahun ini (Januari red) “PT. Dame Alam Sejahtera sebagai transporter, dan untuk pemusnahan oleh PT. Wastex. Kontraknya berakhir 08 November kemarin. Belum jelas apakah disambung kembali atau tidak saya kurang tahu itu”. ungkapnya.

Jika ingin memastikan, sumber menyarankan untuk menjumpai seseorang, setengah berbisik ia menyebut nama. “Abang jumpai nama yang saya sebut tadi, dia tahu persis kontraknya berapa, karena beliau bagian yang ikut mengurus kontrak limbah medis saat itu”. sarannya kepada awak media.

Awak media bermaksud turuti saran itu, namun tidak ada salah jika kontrak yang diberitahukan narasumber tadi, coba-coba di kalkulaskan. Jika ditotal dalam setahun besaran angka yang di dapat menggiurkan, untuk 4 ton saja jika dikalikan Rp 37 juta, akan didapat angka Rp 148 juta.

Ditambah biaya transportasi 37 juta, total secara keseluruhan Rp 185 juta perbulan, artinya dalam setahun diprediksi RSUD Dumai berpotensi gelontorkan biaya Rp 2,2 Miliar. ltu hanya perkiraan 4 ton/bulan, bagaimana jika lebih tentu membengkak lagi, namun itu hanya sebatas perkiraan berapa pastinya pihak RSUD yang tahu.

Memastikan informasi tersebut, awak media temui dr. Herman Humas RSUD Dumai, Jumat pagi (15/11/2019). Terkait anggaran pemusnahan limbah medis dan mekanisme kerjasama dengan pihak ketiga. Ketika diajukan pertanyaan berkaitan limbah, dr. Herman hanya bisa menjawab “Berhubung saya masih baru dan  kurang tahu persis persoalan insinerator, saya tidak bisa menjawab takut kalau dijawab nantinya salah, sebaiknya coba temui Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU), karena menjadi kewenangan beliau.” jelas dr. Herman. Saat awak media ikuti saran Humas tersebut, Kabag TU Yusrizal, ST. tidak berada ditempat.(RPC)

Editor : Syarifah