SelayangNews.com, Dumai – Sepertinya tak ada yang peduli pada anak-anak SD 06 di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, ini. Selama tiga tahun mereka menantang maut berjalan di atas jembatan lapuk demi menuntut ilmu.

Puluhan siswa SD 06, di rt 08, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, saban hari terpaksa melintasi jembatan usang. Pulang dan pergi sekolah, mereka harus berhati-hati melintasi jembatan itu.

Jembatan dengan tidak ada tiang penyangga dari kayu yang bentuknya tak sempurna lagi. Papan-papan sebagai alas pijakan jembatan sudah banyak yang lapuk dan hilang.

Terlihat dengan jelas, jembatan bolong-bolong karena papan kayu banyak yang hilang. Untuk melintasi jembatan ini, para siswa harus ekstra hati-hati.

Mereka berjalan tertatih-tatih tidak memegang tiang kayu yang ada di jembatan itu. Setiap hari mereka melintasi jembatan ini dengan pertaruhan nyawa. Para siswa pergi dan pulang harus selalu bersama. Tujuannya, bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, mereka bisa segera mengabarkan kepada warga lainnya.

Hal ini membuat tergerak hati Ketua DPD KNPI bung Guspian perintahkan Pemuda PK KNPI Kecamatan Dumai Barat meninjau, mengecek langsung keadaan jembatan Sukadamai RT 07 kelurahan bangsal Aceh kecamatan kecamatan sungai sembilan, Senin (15/04/2019).

Fhoto: Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Kecamatan Dumai Barat Saat Mengecek Kondisi Jembatan Sukadamai RT 07 kelurahan bangsal Aceh kecamatan kecamatan sungai sembilan, Senin (15/04/2019)

Jembatan sukadamai yang rusak total mendadak viral di akun Facebook masyarakat, bahkan terlihat prihatin ketika anak anak sekolah mau menyeberangi jembatan.

Sekretaris PK KNPI Dumai barat Bung Hendra Solihin mengatakan, setelah mendapat intruksi dari ketua DPD KNPI Kota Dumai, kami PK KNPI kecamatan Dumai Barat langsung turun Kelokasi jembatan bersama RT setempat.

”Dari hasil tinjauan bersama rekan-rekan PK KNPI Dumai barat kondisi jembatan suka damai sudah tidak layak lagi dilalui masyarakat, karena keadaan jembatan sudah hancur total ” ujarnya

Lanjutnya ” sekilas informasi dari RT setempat besok Camat Sungai Sembilan dan dinas PU langsung cek Kelokasi jembatan ” ungkapnya

Hendra Solihin menambahkan, kalau tidak ada perbaikan dari pemerintah kota Dumai kami akan memperbaiki jembatan bersama masyarakat secara swadaya, tutupnya

Menurut bung Hendra, Sekretaris PK KNPI Kecamatan Dumai Barat, kondisi jembatan yang sudah tak layak digunakan

“Sudah tiga tahun kondisinya rusak. Anak-anak sekolah, masyarakat harus melintas setiap hari. Harus berhati-hati, karena papan-papanya sudah lapuk dan sudah banyak yang hilang,” kata bung Hendra Solihin saat dimintai konfirmasi

Masih menurut bung Hendra, memang akses ke sekolah ada jalan alternatif lainnya. Hanya, jaraknya bisa mencapai 10 kilometer dari rumah warga. Akses terdekat menuju ke sekolah harus melalui jembatan yang usang itu.

“Lewat jembatan ini anak-anak cukup berjalan kaki karena dekat. Masalahnya, jembatannya mengerikan, tak layak dilintasi lagi,” kata bung Hendra.

Editor : Syarifah