SelayangNews.com, Dumai – Puluhan massa dari Himpunan Tenaga Kerja Kota Dumai (HITKAD), menganggap pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat masih lemah, mengingat maraknya tenagakerja luar yang ada di kota Dumai, Kamis, 19/10/2018,  jalan Kesehatan, Kota Dumai, Riau.

Aksi demo menuntut tenaga kerja lokal berlangsung sejak pagi dari depan gerbang PT Pertamina hingga massa ke kantor Disnakertrans Kota Dumai untuk di mediasi kan Antara PT Pertamina Dumai, PT Koin Pratama dari jakarta

kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan Disnakertrans terhadap sejumlah perusahaan yang ada di kota Dumai mengenai perekrutan tenagakerja maupun perusahaan yang masuk le Dumai ,” kata salah satu pendemo

 Lemahnya pengawasan Disnakertrans menurut dia, berdampak terhadap tingginya angka pengangguran seperti terjadi selama ini

 Selain pengawasan lemah, pemerintah juga terlihat belum mampu menengakkan Perda Nomor 10 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan.

” Hal ini sebagai salah satu upaya seharusnya pemerintah melalui Disnaker untuk menekan angka pengangguran. Perda No 10 yaitu 70/30 tersebut ,” katanya.

Ia mengatakan dalam Perda Nomor 10 tahun 2004 tersebut tentang rekrutmen tenaga kerja yang mensyaratkan perusahaan harus menggunakan perbandingan 70 persen tenaga kerja lokal dan 30 persen boleh diambil dari luar daerah sebagai tenaga ahli.

Dikatakan nya “Tuntutan, menggunakan tenaga kerja lokal di prioritas kan, walaupun sekecil apapun kesempatan untuk bekerja

Menurutnya, Disnakertrans Kota Dumai sebaiknya menjunjung tinggi dan patuh terhadap Perda no 10 tahun 2004 yang melekat agar tercapai segala cita-cita kesejahteraan masyarakat Dumai.

Sebelumnya, puluhan massa Himpunan Tenaga Kerja Kota Dumai (HITKAD) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT Pertamina Dumai menuntut menggunakan jasa tenaga kerja lokal