SelayangNews.Com, Dumai – Money Politic adalah sesuatu yang laten namun nyata, money politic tidak melulu berbentuk uang, karena Money Politic terminologi tentang janji atau Feed Back (Pemberian) karena memilih seseorang. Meski demikian, Money Politic tetaplah masuk kategori suap-menyuap yang tidak dibenarkan. Kesadaran Masyarakat terhadap bahaya nya Money Politic meningkat tajam, terlihat dari berbagai unsur yang mendukung pengawasan dan hukuman terhadap para pelaku Money Politic.

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA) Kota Dumai turut mendukung penolakan dan akan ikut mengawasi Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) di kota Dumai bebas dari Money Politic, hal itu di ungkapkan Muhammad Rahmad Pdd salah satu koordinator GEMPA Kota Dumai pada awak media, Minggu (06/12).

“Mahasiswa dan Pemuda memiliki peran penting sebagai control sosial, kekuatan moral dan agen perubahan sudah semestinya ikut serta dalam mengawasi berjalan nya pilkada dengan baik dan melahirkan pemimpin yang baik”, ujar Rahmad

Rahmad Pdd yang juga sekretaris Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kota Dumai itu juga menambahkan bahwa Money Politic selain tidak dibenarkan dalam Hukum Negara juga tidak dibenarkan dalam hukum Agama

“Dalam Pasal 73 ayat 3 Undang Undang No. 3 tahun 1999 jelas dikatakan bahwa pemberi dan penerima suap sama – sama terkena Pidana dengan hukuman paling lama tiga tahun, sedangkan dalam Islam itu di sebut Risywah (Suap) dan sangat dilarang seperti yang kita dapati di dalam surah Al Baqarah ayat 188. Bukan hanya Islam, seluruh agama juga saya rasa menolak perbuatan buruk (Suap) itu”, jelasnya

Faisal Firdaus yang juga salah satu koordinator GEMPA juga ikut menghimbau agar Mahasiswa dan Pemuda di kota Dumai ikut mengawasi jalannya Pilkada yang bersih untuk melahirkan Pemimpin yang bersih

“Kalau mau melahirkan pemimpin yang bersih tentu harus dari proses yang bersih pula, untuk itu kita mengajak Masyarakat Kota Dumai terutama Mahasiswa dan Pemuda agar berperan dalam mengawasi jalannya Pilkada 2020 ini”, himbau Faisal

Ia juga mengingatkan agar para Pasangan Calon (Paslon) hingga Tim Pemenangan agar tetap menciptakan suasana yang kondusif menjelang Pilkada 09 Desember mendatang

“Mengingat Minggu Tenang sudah didepan mata, kita harap para Paslon dan tim pemenangan juga ikut tenang dan kita turunkan tensi politik yang belakangan meninggi agar suasana tetap kondusif”, ujar Faisal

Seperti diketahui Masa Tenang untuk para Paslon dimulai dari tanggal 06 Desember 2020 hingga waktu pemilihan pada 08 Desember mendatang dilarang melakukan kegiatan Kampanye baik Paslon maupun pihak lain yang ditunjuk untuk melakukan kampanye

“Siapapun yang melanggar kami harap Badan Pengawas Pemilu menindak, kami akan pantau”, tutup Faisal

Editor : Syarifah