SelayangNews.com, Dumai – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Dumai angkat bicara terkait dampak pencemaran laut akibat tercemar CPO dan Stearin tumpah ke laut

“Kami minta Perusahaan bertanggung jawab menangani permasalahan pencemaran laut yang disebabkan CPO dan Stearin,” ujar sekretaris HNSI Kota Dumai, Syamsuri

Ia mengatakan aktivitas apapun di laut perusahaan harus mempersiapkan oil boom. namun jika tidak, dampaknya kami masyarakat rasakan terutama nelayan.

“Kasihan nelayan tradisional Dumai. Hasil tangkapan ikannya menjadi sedikit karena ekosistem di perairan terganggu akibat pencemaran laut,” katanya.

Ia mengemukakan, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Dumai Samsuri mengatakan permasalahan CPO, Stearin perusahaan yang ada di sepanjang pesisir pantai laut dumai sudah sering tumpah ke laut dan sangat meresahkan kami para nelayan sampai sekarang

Seperti pemberitaan media SuaraTrust.com Laut Dumai kembali tercemar CPO dan Stearin tumpah ke laut dari tongkang milik PT Multi Perkasa sejahtera untuk dilouding ke PT kreasi jaya Adhikarya didermaga B dikawasan Pelindo, Rabu (29/05/2019).

Konfirmasi media kepada pimpinan PT Kreasi Jaya Adhikarya melalui via whatsapp menyampaikan itu minyak milik PT. Multi Perkasa Sejahtera (milik tongkang), bukan minyak Kraesi jaya Adhikarya.

” Mohon maaf sebelumnya Pak, tujuannya benar ke KJA Pak, namun minyak tumpah dari main hole tongkang, bukan pada saat proses discharge ke KJA, dari KJA belum memulai aktifitas bongkar pada saat kejadian, dengan kata lain, minyak bukan tumpah pada saat unloading ” ungkapnya melalui via what’s app

Lanjut sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Dumai dengan tercemarnya perairan laut Dumai oleh tumpahan CPO dan Stearin, maka permukaan laut akan tertutupi oleh minyak dan membuat sinar matahari tidak dapat menembus lapisan CPO yang berada di permukaan yang mengakibatkan ekosistem laut akan terganggu,” katanya

Jika hal itu dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan juga dapat mengurangi kadar oksigen bawah laut dan membuat sejumlah ekosistem yang berada di sekitarnya akan mati.

“Harus ada penanganan yang cepat mengenai tumpahnya CPO tersebut, jika tidak akan menyebar dan berakibat fatal bagi ekosistem laut,” tutup DPC HNSI Kota Dumai

Editor: Syarifah