SelayangNews.com, Dumai – Aksi Damai Himpunan Tenaga  Kerja kota Dumai(HITKAD)di pintu masuk PT. Chevron Pacifik Indonesia, Tanggal 22 Januari kemarin di Kelurahan Bukit Batrem terkait tenaga kerja lokal

Fhoto : Himpunan Tenaga Kerja Kota Dumai(HITKAD)Melakukan Aksi Damai di Pintu Masuk PT. Chevron Pacifik Indonesia, Tanggal 22 Januari kemarin di Gate CPI Kelurahan Bukit Batrem Terkait Tenaga Kerja Lokal

Tuntutan HITKAD agar PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan Mitra kerjanya yang beroperasi di Kota Dumai harus mematuhi Perda kota Dumai No.10 Th 2004, yaitu tentang perekrutan Tenaga kerja dengan porsi 70-30(70% Tenaga lokal dan 30% Tenaga luar)

Fhoto : Puluhan Pengurus Dan Anggota Himpunan Tenaga  Kerja kota Dumai(HITKAD)Melakukan Aksi Damai Di Pintu Masuk PT. Chevron Pacifik Indonesia, Tanggal 22 Januari Kemarin di Gate CPI Kelurahan Bukit Batrem Terkait Tenaga Kerja Lokal

Ketua Umum HITKAD Muhammad Nasir mengatakan Selama ini Kontraktor – kontraktor yang mengerjakan proyek di PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) banyak memakai tenaga luar Kota Dumai, sementara tenaga Skill maupun non skill yang berdomisili di Dumai tidak diberi kesempatan untuk bekerja di kampungnya sendiri dan selalu menjadi penonton dirumah sendiri.

Mereka menuntut PT Chevron untuk memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal dan transparansi penerimaan tenaga kerja lokal

Lanjut nya, Sebelumnya Pengurus HITKAD sudah menjumpai pihak management melalui Humas PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) agar pihak kontraktor mematuhi Perda No.10 Tahun 2004, namun tak ada tanggapan, oleh sebab itu pengurus mengadakan Rapat dan musyawarah dengan kesepakatan akan melakukan Aksi Damai.

Di lain tempat saat media SelayangNews.com menghubungi pihak manajemen PT Chevron Pacific Indonesia Dumai mengatakan PT. CPI telah berkoordinasi dengan pihak Disnaker Kota Dumai dan berkomunikasi dengan HITKAD untuk menjelaskan posisi dan hubungan kontraktual PT. CPI dengan para mitra kerjanya. Dalam hal penyampaian aspirasi terkait ketenagakerjaan, PT. CPI mengimbau agar para pihak berkoordinasi langsung dengan pihak pemerintah setempat yang berwenang. PT. CPI menghormati para mitra kerjanya. Sesuai dengan hukum dan kontrak yang berlaku, setiap mitra kerja bertanggung jawab menangani masalah pelaksanaan pekerjaan dan ketenagakerjaan mereka. Dalam hal kontrak pengadaan barang dan/atau jasa di lingkungan PT. CPI, setiap mitra kerja wajib mematuhi peraturan perundang-perundangan yang berlaku, termasuk tentang tenaga kerja lokal, ” ucap Sonitha Poernomo selaku Manager Corporate Communications Chevron saat media SelayangNews.com wawancara via telepon

” Pencapaian mitra kerja dalam hal kepatuhan dan pemenuhan ketentuan-ketentuan dalam kontrak jasa dan/atau barang menjadi faktor penting dalam penilaian PT. CPI terhadap kinerja mitra kerja, ” tutupnya

Aksi berlanjut sampai ke DPRD Kota Dumai dengan mengundang 13 Perusahaan Mitra Kerja atau Kontraktor beserta management PT PT Chevron Pacific Indonesia (CPI)

Hadir juga Pihak DISNAKERTRANS kota Dumai, Satuan Polres Dumai, Polsek Dumai Timur dan Pengurus dan anggota HITKAD yang hadir pada pertemuan / mediasi yang di Prakarsai Dewan Komisi 1 DPRD kota Dumai

Setelah melalui perbincangan yang alot mulai dari Pukul.10.00 wib pagi sampai pukul 16.00 wib, akhirnya mendapat kesepakatan bersama seperti terlampir.

Editor : Syarifah