SelayangNews.com, Kabupaten Labura – Sejumlah Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat yang tergabung dalam Pengurus Ikatan Mahasiswa Kecamatan NA: IX-X (IMNA), Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) melakukan Aksi Demo menuntut terkait Pencemaran Lingkungan Hidup yang diduga terjadi akibat Aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Mutiara Nusa Agro Sejahtera (PT MAS) Aek Kota Batu yang terletak di Kelurahan Kota Batu, Kecamatan Na: IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Aksi dimulai sejak Pukul 10.00 WIB dan berakhir Pada Pukul 15.00 WIB (Kamis, 10/06/2021).

Ada 3 Titik sasaran Peserta Demo, yakni Kantor Lurah Kota Batu, Kantor Camat Na: IX-X, dan Kantor PKS PT MAS yang semuanya berada sekita Ibu Kota Kecamatan Na: IX-X itu.

Menurut Koordinator Aksi Muhammad Amin Siregar, bahwa ketika mereka melakukan Aksi ke Kantor Lurah Kota Batu tak seorang yang menemui mereka dari Pihak Kelurahan. Sementara ketika Aksi di Kantor Camat Na: IX-X Peserta Aksi ditemui oleh Sekcam menggantikan Camat yang sedang ada tugas di Desa Hatapang.

Sementara itu, ketika di Kantor PKS PT MAS, Para Peserta Aksi diterima oleh Manager Julpijar Siahaan. Pihak Perusahan melalui Manager Julpijar Siahaan menerima aspirasi peserta demo dan menyampaikan bahwa Cerobong Pipa Asap sudam memenuhi standar. Namun Para Peserta Demo bahwa Cerobong Asap masih kurang tinggi mengingat Geografis Pabrik yang dekat dengan Pemukiman Warga.

Saat Peserta Demo melakukan pertemuan dengan Pihak Perusahaan, Manager PKS PT MAS Aek Kota Batu Julpijar Siahaan menandatangani sebuah surat yang berisi bahwa Pihak Perusahaan telah menerima aspirasi Para Peserta Demo. ” Kamis, 10 Juni 2021. Dengan hormat, Dengan surat pernyataan ini kami pihak perusahaan telah menerima aspirasi ini dari mahasiswa bahwa dari pihak mahasiswa mengeluhkan asap hitam yg dikeluhkan masyarakat. Maka dari itu kami dari pihak perusahaan telah dan akan menanggapi dan menanggulangi asap hitam yang dihasilkan oleh asap pembakaran boiler.

Dengan ini kami pihak perusahaan menerima saran dan aspirasi mahasiswa dan akan segera kami tindak lanjuti segera.

Demikian surat pernyataan ini kami perbuat tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak manapun “ demikian bunyi Surat yang ditandatangani Julpijar Siahaan mewakili PKS PT MAS dan M. Amin Siregar mewakili Pihak Peserta Demo.
Berikut adalah isi lengkap Tuntutan dan atau Pernyataan Sikap yang disampaikan Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat yang tergabung dalam Pengurus Ikatan Mahasiswa Kecamatan NA: IX-X (IMNA):
” PERNYATAAN SIKAP PENOLAKAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

Assalaamualaikumwarahmatullaahiwabarakaatuh.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Pemuda!
Hidup Rakyat !

Hak untuk Mendapatkan Lingkungan Hidup yang Baik dan Sehat
Berkaitan dengan terminology “lingkungan” dan “lingkungan hidup”, beberapa pakar lingkungan tidak membedakan secara tegas pengertian antara keduanya baik dalam pengertian sehari-hari maupun dalam forum ilmiah. Namun, yang secara umum digunakan adalah istilah “lingkungan” lebih luas daripada “lingkungan hidup” (Wanti, 2016).

Istilah lingkungan hidup dalam bahasa Inggris disebut “environment” yang berasal dari kata Perancis “environ” yang berarti “sekitarnya” (Mozhi, 2010). Emil Salim, menyatakan bahwa secara umum lingkungan hidup diartikan sebagai, kondisi, serta keadaan dan pengaruh yang terdapat yang kita tempati dan memengaruhi hal hidup termasuk kehidupan manusia (Husein, 1995).

Sedangkan berdasarkan pengertian yuridis, seperti yang tertera dalam Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Pada dasarnya, manusia sebagai makhluk hidup tidak akan bias terlepas dari lingkungan tempat mereka hidup. Tanpa keberadaan lingkungan yang sehat dan baik, mustahil bagi manusia menjalankan seluruh aspek dari kehidupannya sehingga lingkungan hidup yang baik dan sehat menjadi hak setiap manusia. Indonesia sebagai Negara menjamin hak tersebut dalam pasal 28H ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi, “ Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.
Oleh karena itu, pemerintah wajib memastikan hak tersebut dapat dipenuhi dengan menjamin terjaganya lingkungan hidup yang baik dan sehat sesuai yang diamanatkan konstitusi negara.

2016: Tahun Mulai Operasi PT MAS yang Terindikasi Menghancurkan Lingkungan

Pada tahun 2016 lalu, PT MAS yang berlokasi di Kelurahan Aek Kota Batu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, pabrik kelapa sawit mulai aktif beroperasi mengola Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO.

Pemerintah menyatakan bahwa berdirinya pabrik ini bertujuan untuk membangun ekonomi daerah. Namun, pada implementasinya, PT MAS terindikasi tidak memperhatikan atau berbenturan dengan tujuan laten dari prinsip perlindungan lingkungan hidup.

Pembiaran PT MAS: Hilangnya Perlindungan Lingkungan Hidup Pendirian pabrik PT MAS yang disetujui pemerintah, didasari dengan alasan meningkatkan investasi di Kelurahan Aek Kota Batu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Akan tetapi, pabrik ini menuai kontroversi karena diduga terdapat beberapa permasalahan mendasar terkait sector lingkungan hidup. Permasalahan ini terkait perizinan dan pengawasan pabrik berbasis resiko lingkungan, partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta penegakan hukum.

Berikut beberapa hal yang dipermasalahkan:

1. Pemerintah terindikasi telah melakukan simplifikasi izin lingkungan dalam bentuk persetujuan pendirian pabrik PT MAS di daerah dekat pemukiman. Hal ini berpotensi dapat menghapuskan peranan pihak terdampak, karena hanya melibatkan pemerintah dan masyarakat yang diduga terintervensi semata.

2. Pabrik PT MAS yang sejak berdiri diduga kerap kali mengeluarkan polusi udara berupa asap hitam yang sampai ke rumah warga. Ditambah lagi dengan dugaan pembuangan limbah cair ke sungai pemukiman warga. Hal ini bias disebut sebagai tindakan kesewenang-wenangan kepada masyarakat terdampak karena dapat mengganggu kesehatan yang merupakan hak warga Negara adalah hidup di lingkungan bersih dan sehat.

3. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam hali ni Camat NA: IX-X dan Lurah Aek Kota Batu yang terindikasi mengabaikan masalah lingkungan pada wilayah territorial yang dipimpinnya. Hal ini diduga membuat masyarakat semakin frustasi dan kehilangan harapan untuk dapat berdaulat di tempat tinggalnya sendiri.

4. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup diduga tak mampu tegas untuk berdiri membela hak warga saat berhadapan dengan pimpinan PT MAS. Warga yang berharap semua stakeholder dapat member keputusan yang mewakilkan aspirasinya, saat ini harus terus menyuarakan kersehan secara langsung. Hal ini membuat masyarakat semakin bingung terhadap fungsi yang dijalankan pemerintah terkhusus Dinas Lingkungan Hidup yang harusnya dapat bersikap tegas.

Sikap dari Mahasiswa dan Pemuda, Harapan Rakyat yang Berdaulat
Sehubungan dengan aktifitas pihak PT MAS yang kami duga telah melakukan pencemaran udara dengan keluarnya asap hitam di pemukiman warga Kecamatan NA IX-X. Maka dengan itu kami melihat ada indikasi kesewenang-wenangan kepada masyarakat dan melanggar hak warga Negara untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 H Ayat 1 UUD NRI 1945.

Atas dasar permasalahan ini, kami menyatakan sikap menolak dugaan tindakan pencemaran lingkungan dan menuntut:

1. Pihak PT MAS menyampaikan klarifikasi terkait dugaan pencemaran udara yang dilakukan oleh perusahaan dan segera meminta maaf kepada masyarakat;
2. Pihak PT MAS agar segera menghentikan aktifitas yang kami duga telah mencemari lingkungan yang dilakukan perusahaan dengan cara transparan dan memberikan laporan prosesnya kepada masyarakat;
3. Meminta Bupati Labuhanbatu Utara bertindak tegas mencabut izin usaha PT.MAS karena diduga telah berkali-kali melakukan pencemaran terhadap Lingkungan, demi terwujudnya Labura Hebat yang tidak pernah tunduk kepada ketidakadilan;
4. Meminta Bupati Labuhanbatu Utara mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang tidak pernah menyelesaikan permasalahan Pencemaran Lingkungan di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kami menduga hubungan Kepala Dinas dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Labuhanbatu Utara sudah terlalu mesra;
5. Sebelum diberhentikan oleh Bupati Labuhanbatu Utara, kami meminta Pemerintah Kabupaten Labuhan batu Utara dalam hal inilah Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk memanggil, memeriksa, dan menindak tegas dugaan pencemaran udara;
6. Meminta Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam hal ini pimpinan territorial Kecamatan NA:IX-X dan Kelurahan Aek Kota Batu jangan diam seribu bahasa atas kejadian ini. Kami juga patut menduga, diamnya pihak Kecamatan dan Kelurahan adalah bentuk dari persekongkolan dalam merusak Lingkungan di Wilayah Kecamatan NA IX-X. Pimpinan Kecamatan dan juga Kelurahan juga sudah selayaknya diganti dan dievaluasi kinerjanya yang tidak pernah berpihak kepada Masyarakat NA IX-X.

Demikian Pernyataan Aksi dan Tuntutan ini kami sampaikan agar di kabulkan. Apabila Tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami pastikan akan datang kembali untuk menggelar aksi yang sama dengan jumlah massa aksi yang lebih banyak lagi.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Pemuda!
Hidup Rakyat !

Wassalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Pengurus Ikatan Mahasiswa Kecamatan NA IX-X (IMNA) Periode 2019-2021

Muhammad Amin Siregar                           Muhammad Muhazir Ritonga
           KetuaUmum                                                             Sekretaris Umum               

Demikian PERNYATAAN SIKAP PENOLAKAN PENCEMARAN LINGKUNGAN yang disampaikan Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat yang tergabung dalam Pengurus Ikatan Mahasiswa Kecamatan NA: IX-X (IMNA), Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang dibacakan Pada Aksi Kamis (10/06/2021).

(Afdillah)