SelayangNews.com, Dumai – Fasilitas kesehatan RSUD wajib memiliki sarana pembakaran sampah limbah kesehatan yang disebut dengan insinerator. Insinerator adalah alat untuk memusnahkan sampah dengan pembakaran, yang bertemperatur tinggi.

Penyebab RS sebagai Fasilitas kesehatan diwajibkan memiliki insinerator karena limbah dari kegiatan medis berbeda dengan limbah lainnya. Karena jelas mengandung virus dan juga kuman penyakit yang berbahaya bagi manusia dan juga lingkungan.

Lalu bagaimana jika insinerator tidak berfungsi alias tidak dapat digunakan semestinya, itulah yang terjadi pada insinerator milik RSUD Kota Dumai. “Sejak terpasang beberapa tahun lalu insinerator tersebut hanya beberapa kali digunakan oleh pihak RSUD”,ujar sumber yang tidak ingin disebut namanya.

Tidak berfungsinya insinerator RSUD Dumai, menjadi pertanyaan banyak pihak, ketika awak media meninjau lokasi insinerator Senin (11/11/2019). Instalasi limbah tersebut terlihat tidak terawat dan tidak berfungsi bahkan ada bagian yang keropos karena terkena karat. Apakah kondisi insinerator masih baik atau telah rusak belum didapat informasi yang akurat dari pihak RSUD.

Masih menurut sumber tersebut,“insinerator tersebut sudah lama tidak berfungsi, dahulu hanya sebentar saja difungsikan selepas itu dibiarkan seperti kondisi yang ada sekarang,”ungkapnya.

Ketika awak media sambangi RSUD siang harinya untuk meminta informasi terkait mangkraknya insinerator, Dr. Herman selaku Humas tidak berada ditempat, dan akan mencoba kembali lain kesempatan. (RPC)

Editor : Syarifah