SelayangNews.com, Dumai – Terkait  pemberitaan media SuaraTrus.com beberapa Minggu yang lalu mengenai pengangkatan karyawan, sewa gedung PT Krakatau, pendapat area parkir KID, permasalahan pembayaran gaji karyawan 50% dan tentang hutang BUMD pelabuhan Dumai Berseri kepada PT Wasaka tentang bongkar muat di Semen Padang, pihak BUMD pelabuhan Dumai Berseri memberikan hak jawab, Minggu (06/12/2020).

Nurul Amin. SE. MM Direktur BUMD pelabuhan Dumai Berseri memberikan klarifikasi serta hak jawab sebagai berikut :

1.Berkenaan dengan pendapatan Perusahaan diakibatkan oleh Pandemi covid-19 yang melanda dunia sehingga berimbas dengan bisnis perusahaan, diantaranya

a. Pelayanan Operasional di Pelabuhan Pelindo Cabang 1 Dumai dihentikan sejak Maret 2020.

b. Penutupan terrminal Penumpang Bandar Sri Junjungan dari tanggal 29 April Bulan s/d 25 Agustus 2020.

c. Kegiatan penjualan pas pajak parkir kendaraan di KID secara umum berjalan dengan lancar dan pendapatan tersebut sebagai tambahan untuk pendapatan perusahaan, namun belum dapat mendongkrak pendapatan yang signifikan.

d. Bisnis bongkar-muat dari kerjasama dengan PT. Semen Padang berjalan lancar, namun pendapatan tersebut masih belum bisa menutupi.

  1. Berkenaan dengan pembayaran gaji karyawan, Komisaris Perusahaan merekomendasikan perusahaan dalam mengahadapi pandemi covid-19 untuk melakukan langkah efisiensi menyangkut karyawan diantaranya :

a. Penghematan untuk melakukan penyesuaian biaya pengeluaran penggajian karyawan.

b. Merumahkan karyawan dengan memberikan insentif.

c. Pengurangan jam kerja dan pengurangan gaji.

d. Cuti kerja tanpa gaji Perusahaan mengambil kebijakaan berdasarkan poin a dengan pertimbangan : Perusahaan mengembangkan usaha bersama – sama karyawan dengan solid sehingga poin b,c,dan dikesampingkan, jika poin b dan c diambil maka akan muncul beban biaya pembayaran pesangon jika karyawan di PHK serta akan menimbulkan masalah ekonomi karyawan yang dirumahkan, Berdasarkan hal tersebut manajemen dan karyawan sepakat untuk bersama – sama senang maupun susah untuk mengambil kebijakan pembayaran 50% dimuka dan sisa 50%nya lagi akan dibayarkan perusahaan pada saat kondisi keuangan perusahaan membaik.

  1. Berkenaan dengan kegiatan bisnis Pandu Tunda, perusahaan sedang berupaya untuk menyelesaikan perizinan pelimpahan pemanduan dan penundaan kapal diKementrian Perhubungan yang diharapkan dapat menjadi core bisnis perusahaan untuk pendapatan yang maksimal bagi perusahaan dan PAD, namun penerbitan izin tersebut terhambat karena masa pandemi.

  2. Berkenaan dengan PT. Krakatau Bandar Samudra, mereka ingin ikut berpartisipasi dalam meningkatkan PAD dengan cara sewa kantor dilantai-lantai terminal penumpang Bandar Sri Junjungan.

  3. Berkenaan dengan hutang perusahaan dengan PT. Wasaka Perkasa Jaya diakibatkan karena jeda pembayaran dari PT. Semen Padang selama 100 hari dari pengerjaan dan ini sudah tertulis didalam kontrak kerja sama dengan  PT. Semen Padang, sehingga hutang perusahaan dengan PT. Wasaka Perkasa Jaya berarti adanya piutang perusahaan dengan PT. Semen Padang.

Berkenaan dengan penambahan karyawan untuk posisi Plt. Sekretaris merupakan karyawan yang telah bekerja sebelum pandemi covid-19 sejak tahun 2019, sehingga berita tersebut tidak benar adanya. Lalu berkenaan dengan penambahan karyawan untuk posisi asisten manajer kepelabuhanan merupakan karyawan yang telah bekerja untuk koordinator lapangan Pajak parkir KID. Pengisian pada posisi Plt.Sekretaris dan asisten manajer Kepelabuhanan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan struktur organisasi perusahaan.

Editor : Syarifah