SelayangNews.com, Dumai – Bapak Dr. Ir. Anton Leonard SP. MM, Ketua Harian DPP HNSI dan Berdua dengan bapak Dr. Edi Rahmat Widodo, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) program kejar mutu SD pelaksanaan di aula kantor Dinas Pendidikan kota Dumai, Rabu 15 September 2021. Di Jalan Tanjung Jati.

Foto : Istimewa

Turut hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) program kejar mutu SD kota Dumai, Ketua DPC HNSI Kota Dumai, ibu Nita Ariani beserta jajaran pengurus DPC, Kadis Pendidikan Kota Dumai beserta jajaran, kota Dumai, Tim DPP HNSI Pusat, Efi Hardiansyah, Kemendikbud RI, Oki Pratama Chandra Saputra, Fasilitator Lokal, kepala sekolah SD, dan wali murid.

Ada pun tujuan dari kegiatan ini agar goal, tercapai maka di lakukan langkah penting melatih atau melakukan coaching kepada fasilitator lokal untuk memastikan mereka dapat melakukan kegiatan ini lebih maksimal kata ibu Nita adalah : memastikan fasilitator dapat memahami apa itu coaching dan mampu melakukan coaching kepada guru dan orang tua siswa guru mampu memastikan orangtua siswa dapat mendampingi anak-anaknya belajar mandiri di rumah orangtua dapat dan mampu mendampingi siswa belajar dan pada akhirnya siswa mampu memimpin diri dan pembelajarannya sendiri (belajar mandiri).

Foto : Istimewa

Untuk dapat memastikan kegiatan berjalan sesuai harapan, kata dia, maka diperlukan media/alat/instrumen atau yang baisa disebut dengan Tools Coaching. Tool coaching yang digunakan dalam kegiatan ini, adalah GROW Model.

“Kita berharap agar fasilitator bisa menerapkan proses pendekatan psikososial di sekolah masing-masing sehingga anak-anak tidak bosan dalam belajar,” Harap Ketua DPC HNSI Dumai. Ibu Nita Ariani

“Dari hasil grafik yang dipaparkan ternyata terlohat peningkatan grafik dalam hal ( di antaranya) anak-anak sudah bisa membaca, pembagian dan perkalian,” Jelasnya

“Pemerintah harus menyadari bahwasannya anak-anak merupakan investasi masa depan sebuah bangsa. Merekalah yang kelak akan mengisi ruang-ruang proses berbangsa dan bernegara. Wajar saja ketika banyak orang menyerukan bahwa anak adalah bibit-bibit atau tunas yang harus diperhatikan dan dirawat dengan baik. Merekalah pewaris masa depan, tulang punggung dan harapan bangsa dan negara ada di pundak mereka. Namun, harapan itu ternyata masih membentur tembok yang sangat besar. Ternyata masih banyak di temukan anak-anak kurang mampu harus berhenti sekolah karena tidak memiliki biaya,”tutup Ketua DPC HNSI Dumai

Editor : Syarifah