Dumai, SelayangNews.com – Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Dumai, Senin, 17/09/2018.

Gabungan mahasiswa itu diantaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Akademi keperawatan dan Kebidanan yang meminta ketegasan dari pihak Disperindag Kota Dumai dalam mengatasi kelangkaan tabung gas 3 kg atau dalam bentuk kemasan gas melon.

” namun sedangkan jam 10.00 wib kami mahasiswa sudah datang dengan nama aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat, jam 11.05 anggota dewan baru datang” ujar Muhammad Febri

Pada saat tim media datang minta konfirmasi Kadis Disperindag kota Dumai, mengatakan bahwa Disperindag kota Dumai juga menunggu undangan dari DPRD Kota Dumai

Setelah jam 11.05 wib ketua DPRD Kota Dumai Gusri Effendy baru datang langsung menemui Mahasiswa

“jam kerja masuk nya tidak di tetapkan atau ditentukan, anggota DPRD bekerja di tengah masyarakat” ujar ketua DPRD Kota Dumai, klarifikasi dari ketua DPRD Kota Dumai Gusri Effendy

” Waktu kampanye dia manis bicara terhadap rakyat, tapi setelah ada keluhan masyarakat satupun anggota dewan tak ada di kantor DPRD Dumai khususnya Komisi II, jam 11.05 baru hadir” ujar salah satu mahasiswa Andi Qadri

” kami datang bukan bawa bom ke gedung dprd ni, kami membawa aspirasi masyarakat ” Muhammad Febri

” kami tidak mau mendengar alasan apapun terkait datang lambat, kami meminta pihak terkait duduk bersama mengundang pihak Pertamina, Disperindag kota Dumai untuk menyelesaikan permasalahan gas di kota Dumai” Khairul Fadillaf

” seharusnya pihak dprd kota Dumai memanggil pihak terkait seperti Pertamina, Disperindag kota Dumai” tegas Khairul Fadillaf

Aliansi Pejuang Rakyat
mahasiswa sokota Dumai yang terdiri dari HMI Cab. Dumai, GMKI, PMII, KAMMI, BEM IAI TF dan BEM STT Dumai