SelayangNews.com, Dumai – Mediasi pertama antara PT Media Swara Prima (TDC Telkomsel Distribution Centre) dengan Inka Aderonika Tanjung dan Farah Diba. Pihak perusahaan tetap tidak mau memberikan kesempatan kepada pekerja untuk tetap bekerja di Dumai, Riau.

Kabid Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, Fadli Mediasi Sebagai Mediator Antara GM Perusahaan PT Media Swara Prima (TDC Telkomsel Distribution Centre), Jon Suhada, HRD Dody Candra dengan Karyawan Inka Aderonika Tanjung dan Farah Diba dan Kuasa Hukum nya Tengku Sayyed Hasrian, Jumat (14 /12 /2018) Jalan Kesehatan Kota Dumai, Riau.

Mediasi yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, pada Jumat (14/12) membahas terkait mutasi karyawan.

Pada kesempatan itu pihak perusahaan hadir GM Jon Suhada PT Media Swara Prima (TDC Telkomsel Distribution Centre), HRD Dody Candra, Karyawan Inka Aderonika Tanjung dan Farah Diba dan Kuasa Hukum nya Tengku Sayyed Hasrian.

Mediasi ini berlanjut dengan Penolakan mutasi ke pulau Rupat dan Pakning oleh dua (2) orang pekerja PT Media Swara Prima (TDC Telkomsel Distribution Centre) Inka Aderonika Tanjung dan Farah Diba berdampak ke pekerja yaitu pemberian Surat Pengunduran Diri yang diberikan oleh PT Media Swara Prima (TDC Telkomsel Distribution Centre) Kota Dumai, Riau, Rabu (12/12 /2018) jalan Sudirman, Kota Dumai, Riau.

Farah Diba dan Inka Aderonika Tanjung akhirnya di beri Surat pengunduran diri setelah mendapat surat Peringatan Pertama SP-1 dan ke 2 berbuntut pada pemindahan tugas (mutasi) dirinya

Alasan Farah Diba menolak di mutasikan ke rupat adalah berstatus karena merawat bapak nya yang sering sakit

Sedangkan Inka Aderonika Tanjung menolak di mutasikan ke pakning adalah baru melahirkan, anak nya masih bayi, itu alasan menolak Mutasi

Kabid Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, Fadli memberikan saran kepada kedua belah pihak untuk kemudian dijawab. Jika memang tidak ditemukan kesepakatan, maka dapat dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Pekanbaru, Riau.

Akan tetapi, lanjut Tengku, untuk menguji kebenaran kasus ini jika tidak menemui jalan keluar memang harus di Pengadilan Hubungan Industrial. Sebab kita sudah didamaikan melalui mediasi para pihak perusahaan tetap ngotot,”

Tengku menjelaskan, jika dalam proses mediasi tidak ditemui suatu kesepakatan, maka mediator wajib mengeluarkan anjuran. Anjuran tersebut merupakan kewenangan mediator dalam menyikapi sidang mediasi yang tidak mencapai kesepakatan. Di dalam anjuran itu berisi tentang keterangan pekerja menyangkut permasalahan secara lengkap dan alasan menyikapi persoalan ini. Kemudian keterangan pekerja soal tuntutan mereka.

Setelah membaca keterangan kedua pihak, dalam anjuran tertuang pendapat dan pertimbangan hukum dari mediator yang dikumpulkan secara lengkap sesuai dengan UU. Sehingga mediator berkewajiban menuangkan beberapa anjuran.

Dalam mediasi tersebut juga disampaikan tentang penjelasan pihak pekerja sebanyak tiga point untuk dibacakan pada sidang mediasi Pertama ini.

” keputusan kami pekerja tetap mau bekerja di Dumai, tidak mau di pindahkan, sebab ada keluarga yang tidak bisa di tinggalkan “, harap Fara Diba (Redaksi)