SelayangNews.com, Karawang Jabar – Berawal dari upaya salah seorang awak media melakukan upaya konfirmasi soal program pemagangan kepada salah satu Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang yang membidangi hal itu. Perlakuan tidak baik diterima oleh awak media yang hendak melakukan konfirmasi tersebut.

Sehingga hal itu mendapat respon dari salah seorang tokoh masyarakat, sekaligus praktisi hukum senior Karawang, H. Asep Agustian, SH. MH, dirinya menyayangkan perilaku oknum pejabat eselon IV yang juga sedang mengemban tugas jabatan eselon IIIB sebagai Plt itu.

Sedangkan pada kesempatan lain, salah seorang pemerhati pemerintahan, Aris Zeva sependapat dengan Asep Agustian, salah satu alumni Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa (FH Unsika) ini menyesalkan perlakuan Kabid Pelatihan Dan Produktivitas Tenaga Kerja (Latas) Disnakertrans Karawang kepada Insan Pers tersebut.

Dikatakannya, “Sesunggunhnya upaya konfirmasi wartawan dengan cara direkam, justru sangat menguntungkan dirinya sebagai narasumber yang diwawancarai. Selain untuk bahan tulisan dalam penulisan berita yang akan dikonsumsi publik. Narasumber juga bisa mempersoalkan, bila mana ada tulisan yang tidak sesuai dengan apa yang diutarakan dalam rekaman,” Kamis, (09/09/2021).

Aris juga menambahkan, “Kejadian seperti ini tidak patut dicontoh dan dilakukan kembali oleh level pejabat ditingkatan manapun. Lembaga Pemerintahan harus sinergis dengan media, karena dengan keberadaan media, program – program Pemerintah bisa tersampaikan kepada masyarakat. Tentu sangat menguntungkan bagi lembaga maupun personal pejabat itu sendiri,”

“Sehingga atas kejadian tersebut, saya meminta kepada Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjakat) dan Bupati Karawang, agar segera mengevaluasi pejabat seperti itu. Kalau perlu segera lakukan mutasi ke Kecamatan saja, toh yang saya ketahui, yang bersangkutan sebenarnya masih merupakan pejabat eselon IV. Bisa untuk mengisi jabatan Kepala Seksi (Kasi) ditingkat Kecamatan,” Tandasnya.

“Hal itu perlu dilakukan, karena jangan sampai model pejabat seperti ini ditempatkan pada posisi jabatan strategis. Bidang Latas Disnakertrans ini merupakan posisi yang sangat strategis, apa lagi tenaga kerja dan pemagangan ini merupakan isu strategis, yang pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga merupakan salah satu target Bupati untuk dijabatan yang sekarang dalam pembenahan tenaga kerja,” Tegas Aris.

Kendati begitu, Aris menilai, bahwa pentingnya figur pejabat di Disnakertrans yang humble serta kooperatif dalam aspek komunikasi dan pelayanan dengan semua pihak, baik pelayanan umum berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) atau pun berkaitan dengan awak media.

“Menyikapi hal ini, saya menyarankan agar awak media yang bersangkutan segera mengirimkan surat kepada Bupati dan Baperjakat serta Kepala Disnakertrans Karawang untuk meminta audiensi. Supaya menjadi efek jera, agar dikemudian hari tidak lagi ada pejabat yang tidak bersahabat dengan Insan Pers,” Pungkasnya. (Eric_red)