SelayangNews.com – Kasus peretasan yang dilakukan Pangeran Arab Saudi Mohammed Bin Salman terhadap ponsel iPhone orang terkaya di Bumi Jeff Bezos melalui percakapan WhatsApp membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berang. Organisasi seluruh negara di dunia itu meminta Amerika Serikat (AS) menggelar penyelidikan sesegera mungkin.

Utusan Khusus PBB Agnes Callamard dan David Kaye ingin ada penyelidikan dugaan peretasan lewat pengiriman spyware ke iPhone pemilik surat kabar Washington Post itu yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Penyebaran itu kabarnya dikirim melalui akun pribadi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman pada 2018.

Dilansir dari situs The Guardian, Kamis, 23 Januari 2020, baik Callamard maupun Kaye, mengaku prihatin dengan kasus peretasan yang melibatkan orang-orang penting.

Mereka menyatakan ada upaya untuk mempengaruhi laporan Washington Post mengenai Arab Saudi soal pembunuhan wartawan Washington Post Jamal Khashoggi dua tahun lalu.

Pernyataan keduanya keluar setelah laporan The Guardian mengenai dugaan peretasan Mohammed bin Salman terhadap ponsel Jeff Bezos.

Kedua utusan khusus PBB ini juga mengatakan berdasarkan analisa forensik bahwa Pangeran Arab Saudi itu mengirim pesan WhatsApp ke iPhone Bezos pada periode November 2018 hingga Februari 2019.

Dalam rentang waktu tersebut Mohammed Bin Salman juga diduga berupaya mendapatkan informasi pribadi dan rahasia mengenai kehidupan pribadi Jeff Bezos yang tidak terungkap oleh publik.

Pesan WhatsApp yang dikirim ke iPhone pada November 2018 itu berisi satu foto seorang perempuan yang diduga selingkuhan Jeff Bezos, Lauren Sanchez. Dua bulan kemudian, media massa mulai mengungkapkan kasus perselingkuhannya.

Kedua utusan khusus PBB ini juga mengungkapkan jika iPhone milik Jeff Bezos terkena malware pada 1 Mei 2018 melalui file video MP4 yang dikirim dari Putra Mahokota Arab Saudi tersebut. Beberapa jam setelahnya, penggalian data besar dimulai dan tidak terdeteksi selama beberapa bulan ke depan.

Tak sampai di situ. Kasus peretasan ini juga membawa nama Jamal Khashoggi, jurnalis Washington Post yang dibunuh pada Oktober 2018, atau lima bulan setelah dugaan aksi peretasan terhadap iPhone Jeff Bezos.

Tim peretas Mohammed Bin Salman sangat percaya diri bahwa mereka sukses menjebol keamanan ponsel milik Jeff Bezos dan mengambil informasi sangat penting dan pribadi tentang pemilik Amazon itu.

Kendati demikian, klaim tim peretas pangeran Arab Saudi ini ditanggapi santai oleh Gavin de Becker. Kepala keamanan Jeff Bezos tersebut hanya bilang kalau dirinya memberikan rincian penyelidikan kepada penegak hukum atas kasus peretasan. (Vv)

Editor : Syarifah