SelayangNews.com, Dumai – Wakil ketua bidang Tenagakerja DPD KNPI Kota Dumai Tengku Sayyed Hasrian Alhinduan dan Serikat Pekerja Pemuda Pancasila (SPPP) Kota Dumai Hermanto Agustinus Sitorus, Ahmad Dahlan beserta pengurus Serikat Pekerja Pemuda Pancasila (SPPP) mendatangi perusahaan Nagamas dengan tujuan ingin Silahturahmi dan berniat baik menemui pihak manajemen perusahaan namun di sambut maksud berbeda, Kamis, 04/10/2018, jalan Laksamana Kota Dumai, Riau

Dari pantauan media beberapa saat setelah pertemuan dibuka, Wakil ketua bidang Tenagakerja dan pengurus SPPP terlihat emosi, bersitegang lantaran ada perkataan dari oknum humas perusahaan yang menganggap sepele dengan persoalan terhadap saudara kita yang notabene bekerja di perusahaan tersebut

Kesal dengan perkataan oknum humas PT Nagamas yang dianggap arogan dan terkesan meremehkan forum pertemuan, perwakilan dari buruh yang telah dipecat secara sepihak tanpa tenggang rasa, dikabarkan merupakan korban dari sikap arogansi

Photo Istimewa

” kita datang baik-baik, bukan nya mau bikin rusuh, tapi kenapa oknum Humas perusahaan PT Nagamas bersikap sangat arogan terhadap kami” kesal Tengku

lanjut Tengku, Kita minta Pemerintah Daerah segera melakukan intervensi guna menyelamatkan buruh lokal yang telah dipecat secara sewenang-wenang

Apalagi, warga lokal ini sudah bertahun-tahun bekerja sebagai buruh perusahaan tersebut, ujar wakil ketua tenagakerja DPD KNPI Kota Dumai, Riau

saat tim media menemui Ahmad Dahlan mengatakan, Ini tindakan arogan para oknum yang mengelola Management perusahaan mirip seperti gaya Penjajah Belanda.

di waktu yang sama, salah satu pengurus Serikat Pekerja Pemuda Pancasila (SPPP) yang di wakili oleh Hermanto Agustinus Sitorus, sesuai peraturan Perundang-Undang Republik Indonesia khususnya UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, beserta peraturan pelaksanaannya, PT Nagamas dinilai telah melanggar hukum dengan melakukan pemecatan sepihak terhadap pekerja yang telah bekerja dalam rentang waktu selama bertahun-tahun.

” Selain itu, kearifan lokal yang selama ini di junjung tinggi oleh masyarakat Dumai, nyaris diabaikan oleh perusahaan ini,  kita warga negara Indonesia, penduduk asli merasa kesal dengan sikap arogansinya, ” tegas Hermanto Agustinus Sitorus

Hermanto Agustinus Sitorus meminta kepada, Management PT Nagamas jangan bohongi rakyat kecil (pekerja), bagaimana tidak ada peran pekerja pemanen tidak dikeluarkan kita sudah temui mereka (pekerja) jadi anda sebagai humas berbicara jujur jangan membuat pernyataan asal bunyi.

lanjut Tengku, apa yang di bicarakan oleh adek-adek yang di phk oleh perusahaan tersebut tidak bohong, sesuai dengan fakta lapangan setelah saya dan teman-teman dari Serikat Pekerja Pemuda Pancasila (SPPP) datangi perusahaan PT Nagamas.

kami KNPI sebagai Organisasi yang lahir oleh undang – undang dan SPPP akan mendampingi mereka nanti akan tempuh jalur hukum, ujar Tengku lagi