Selayangmews.com, Jakarta – Pelapor kasus pornoaksi yang dilakukan Artis Dinar Candy karena berbikini di Trotoar Jalan, angkat bicara perihal permohonan maaf Artis Dinar Candy kepada publik.

Foto : Disk Jocky (DJ) Dinar Candy

“Kami apresiasi permohonan maaf Dinar Candy kepada publik, dia mengakui kesalahan tentu sesama manusia wajib memaafkan,” kata Gurun Arisastra Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia kepada Wartawan di Jakarta, Sabtu (7/8/2021).

Namun, Gurun menyampaikan perbuatan pidana yang dilakukan tidak serta merta terhapus karena permohonan maaf. Proses hukum perkara tetap dijalankan.

“Perbuatan pidana tidak terhapus karena minta maaf, ini negara hukum maka perkara tentu tetap dilanjutkan. Sampai saat ini kami pun belum memiliki niat mencabut laporan, kami minta Kepolisian tetap lanjutkan,” ujar Gurun Arisastra

Gurun mengatakan perbuatan yang dilakukan Dinar Candy tetap harus sampai putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Biarkan proses hukum ini berjalan agar menjadi pelajaran dan pengalaman bagi kita semua khususnya bagi para public figur di Indonesia.

“Tetap harus lanjut sampai inkracht artinya putusan pengadilan yang tetap, agar menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya para publik figur di Indonesia,” ujar Gurun

Advokat berusia 29 tahun ini pun mengingatkan Dinar Candy dan semua element masyarakat dalam mengkritik tetap harus menghormati hukum dan norma-norma yang berlaku di Indonesia.

“Sah-sah saja mengkritik, boleh kok, dilindungi Undang-Undang namun ingat dalam mengkritik tetap ada batasnya, ada norma dan hukum baik itu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 maupun peraturan dibawahnya, serta kultur dan budaya yang harus dilaksanakan serta dihormati,” ujar Gurun

Pria yang disapa Gurun ini mengatakan keadaan pandemi ini semua pihak diharapkan dapat memberikan solusi bukan hanya sekedar memberikan kritik seperti halnya Artis Dinar Candy.

“Solusi apa yang terbaik selain pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat? Kita tahu hampir seluruh dunia pembatasan sosial atau aktifitas kegiatan. Silahkan kritik, tapi juga harus berikan solusi,” tegas Gurun. (FA/Red)