SelayangNews.com, SAWAHLUNTO – Sungguh setiap orang setidaknya mempunyai satu prinsip dan tujuan dalam hidup. Tujuan yaitu sesuatu yang akan dicapai, sedangkan prinsip adalah sesuatu yang akan membuat seseorang tidak tersesat saat menggapainya.

Kali ini, mencoba menyatukan prinsip dan tujuan bersama Penyuluh Agama yang tangguh dan bersahaja untuk menjadi suluh atau penarang umat bukan hanya soal agama dalam mengajarkan ritual seperti salat, mengaji, atau puasa saja, melainkan juga prinsip hidup baik berbangsa dan bernegara dalam agenda Pemetaan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS terkait Komitmen Berbangsa dan Moderisasi Beragama di wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto

Fadhlur Rahman Ahsas selaku Eunumerator Kota Sawahlunto merasakan nilai ikhkas dan jujur kala para “Para Penyuluh Agama” seperti istilah yang dipakai untuk manggambarkan peran alim ulama di Minangkabau.

“Sejogjanya penyuluh sangat baperan sabagai penarang dalam nagari, yang menjadi pegangan di dalam “Syarak Mangato Adat Memakai” jangan sampai meruntuhkan apalagi garda terdepan dalam pemecah bela” jelasnya saat memberikan sambutan di tengah Penyuluh Agama di Kecamatan Talawi bertempat di Kantor KUA Talawi pada Kamis (02/09/2021).

Fadhlur menambahkan, hari ini ditengah para penyuluh merasakan spectrum perekat umat dan penerang dalam meresapi nilai-nilai kebaikan dalam setiap pesannya, yang menlahirkan Khoirunnas Anfauhum Linnas, tentang sebaik-baiknya manusia bermanfaat.

Seperti yang diriwayat dalam surah Ali Imran ayat 148, menjelaskan bahwa Allah sangat mencintai orang yang yang berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi sesamanya, yaitu:

فَاٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنۡيَا وَحُسۡنَ ثَوَابِ الۡاٰخِرَةِ‌ ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ

Artinya: “Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

“Niscahya penyuluh adalah pekerjaan yang sangat bermanfaat bagi alam dan isinya dan melahirkan banyak kebaikan. Panarang kampuang jo halaman, panarang masarakaik, panarang adat jo pusako, panarang surau jo musajik, panarang adaik jo syarak,” ujarnya berfalsafah

Sementara itu, berjalannya kegiatan pemetaan penyuluh agama yang didampingi PLT Kasi Bimas Islam H. Yumanto, S.Ag. MA menyampaikan kegiatan tersebut merupakan kegiatan nasional yang diamandatir langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) RI. Maka kegiatan ini merupakan program super perioritas dari Kemenag melalui Dirjen Bimas untuk penyuluh PNS dan Non PNS seluruh Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat keislaman yang moderat.

“Tujuan sebenarnya dari pemetaan ini yaitu bagaimana Penyuluh Agama Islam bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dan proposional,” tegasnya

Lanjutnya, tujuan dari pemetaan juga memberikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam terkait penanganan masalah-masalah di tengah-tengah masyarakat yang patut untuk diperjuangan kesejahteraannya.

“Jadi dalam pemetaan ini bagaimana penyuluh menguasai wawasan kebangsaan dan juga bagaimana menghadapi persoalan-persoalan keagamaan di tengah masyarakat,” jelas Kakan Kemenag.

Kegiatan ini di ikuti 36 peserta yang berbeda dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan mengingat wabah pandemi semakin menjadi. Selain itu di tempat terpisah, turut hadir memantau kegiatan pemetaan Penyuluh Agama Islam Kota Sawahlunto oleh Koordinator Wilayah Sumatera Barat Dr.Rahmat Tuanku Sulaiman MM selaku bersama Tim di Kota Bukittinggi secara virtual bersama eunumerator Fadlur Rahman Ahsas. (**)