SelayangNews.com, Pontianak – Sidang perdana dengan agenda pembacaan gugatan yang diajukan Lembaga Bantuan Hukum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (LBH SBSI) Kalimantan Barat berlangsung di Pengadilan Hubungan Industrial Pontianak, Rabu (21/11/18).

“Berawal dari salah seorang di PHK, oleh karena rasa solidaritas, selanjutnya lima orang teman yang juga merupakan Pengurus SBSI lantas menanyakan perihal kenapa salah seorang temannya tersebut di PHK, tetapi pihak perusahaan menjawab dengan mem PHK kelima orang tersebut.

Jadi total yang di PHK berjumlah enam orang.  PT. PAPASARI merupakan perusahaan yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Pontianak, yang bergerak dibidang Suplier besi dan tabung oksigen”, demikian kata Ketua Korwil SBSI Kalbar Jasmin Sibarani usai sidang, Rabu (21/11/18) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Sekitar dua tahun lalu, pihak kami pernah melaporkan melaporkan pihak perusahaan ke Polda Kalbar, bahkan kami pernah layangkan Surat ke Presiden, karena menurut kajian, kami melihat ada indikasi. Union busting adalah suatu praktek yang dilakukan oleh perusahaan atau pengusaha yang berupaya untuk menghentikan aktivitas serikat pekerja/serikat buruh di perusahaannya. Ini sangat jelas merupakan tindakan kriminal”, ungkap Jasmin

Dirinya mengatakan, bahwa selama kurang lebih 2 tahun laporan kami ke Polda Kalbar belum membuahkan hasil, maka untuk mencari keadilan dan kepastian hukum, kami mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial Pontianak.

“Jelas PHK sepihak ini tidak adil. Semestinya perusahaan berdasarkan dokumen-dokumen terkait yang menjadi alasan untuk melakukan PHK terhadap pekerja. Misalnya, apa bentuk pelanggaran tata tertib yang dilakukan pekerja, apakah sudah diberikan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga dalam rangka pembinaan terhadap pekerja,” terangnya.

Sidang berikutnya akan digelar minggu depan tanggal 29 November 2018, untuk mendengarkan jawaban tergugat (Sbsinews.com)