Jakarta, SelayangNews.com Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Polisi Republik Indonesia dengan visi transformasi menuju presisi. Presisi adalah akronim menurut istilah prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan. Di masa transformasi menuju Presisi, tercatat sejumlah capaian Polisi Republik Indonesia. Tepat pada Hari Ulang Tahun Polisi Republik Indonesia ke-76, Jumat (1/7/2022), berikut catatan keberhasilan Polisi Republik Indonesia yang terangkum:

Kapolri menjelaskan peningkatan penyelesaian perkara 6,1 persen dan penurunan jumlah kasus 19,3 persen memiliki relasi, yaitu karena dikedepankannya restorative justice.

“Kami laporkan bahwa terjadi penurunan sebesar 19,3 persen atau 53.360 perkara. Namun ditingkat penyelesaian terjadi peningkatan sebesar 6,1 persen,” ucap Jendral Sigit.

Di masa transformasi ini, Kapolri meminta pendekatan secara restorative justice untuk menyelesaikan masalah, khususnya pada kasus yang dinilai dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

Dari laporan yang diperoleh dari Kapolri, sepanjang 2021 ada 27 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) ditangkap. Sedangkan 26 anggota KKB lainnya menyerahkan diri kepada aparat.

Terjadi juga penurunan laporan kejahatan sebesar 53.360 perkara sepanjang tahun 2021. Hal itu diungkap Kapokri dalam acara Rilis Akhir Tahun Polri pada Jumat, 31 Desember 2021. Sementara itu jumlah kasus yang telah dituntaskan oleh Polri mengalami peningkatan.

“Penyelesaian (perkara) terjadi peningkatan sebesar 6,1 persen,” ujar Kapolri saat di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kapolri juga menyebutkan kejahatan paling dominan sepanjang 2021 adalah kejahatan konvensional. Jumlahnya sebanyak 174.043 perkara atau 79 persen dari seluruh jumlah kejahatan. Bila dibandingkan 2020 yakni sebanyak 199.725 perkara, jumlah kasus kejahatan menurun.

Dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2021, Kapolri menyampaikan terjadi peningkatan jumlah terduga teroris yang diamankan sepanjang 2021. Berdasarkan data Polri, jumlahnya meningkat sebanyak 138 orang atau setara 42,7 persen jika dibandingkan dengan 2020.

“Terkait terorisme ada 370 tersangka yang diamankan,” ucap Kapolri.

Jendral Sigit menjelaskan pihaknya mengedepankan pencegahan kasus terorisme dengan melakukan penangkapan sebelum pelaku beraksi jika telah cukup bukti, atau preventive strike. Pencegahan dikedepankan agar tak muncul korban dari aksi teror.

“Sehingga jangan sampai muncul korban,” ucap Kapolri.

Terdapat satu nama perwira tinggi menjadi sorotan dalam mutasi jabatan perdana di awal kepemimpinan Jendral Sigit, Kamis (19/2/2021). Perwira tinggi itu adalah Brigjen Ida Oetari Poernamasari.

Brigjen Ida dipercaya Jendral Sigit menduduki jabatan sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng). Di kesempatan berbeda, Brigjen Ida mengakui jika Jendral Sigit telah menunjukkan komitmen terkait gender di Polri, dengan meneken Perkap Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender. Dari hal tersebut terlihat bahwa pada periode ini peningkatan peran Polwan semakin diakui.

Sepanjang 2021, sebanyak 7 teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ditangkap dan ditindak tegas. Salah satunya adalah Ali Kalora, yang merupakan pimpinan MIT Poso pengganti Santoso.

Dalam acara Rilis Akhir Tahun, Kapolri juga mengumumkan proses pembentukan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Bareskrim Polri.

“Kemudian terkait dengan kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak, tadi selintas disampaikan di kaleidoskop tentu ini jadi perhatian kami, bagaimana di dalam penanganannya jangan sampai korban menjadi korban dua kali, dan ini tentu menjadi consent kami,” ujar Kapolri.

“Karena itu kami terus mengembangkan dan kami akan besarkan subdit PPA menjadi Direktorat sendiri di Mabes,” lanjut Jendral Sigit.

Atas apa yang sudah dicapai oleh Kapolri, Iqbal Rahmat selaku Pejabat Sementara (PJS) Dewan Pimpinan Pusat Milenial Mitra Polisi menyampaikan apresiasi penuh atas capaian tersebut.

“Teruslah mengayomi dan melindungi rakyat Indonesia, Polri Presisi profesional dan berintegritas adalah dambaan kita semua,” harapnya. (Nurul/ZK)