SelayangNews.com, Pekanbaru – Polresta Pekanbaru meningkatkan pengamanan dengan menurunkan personel ke perbatasan wilayah Kabupaten Siak Sri Indrapura pasca-kerusuhan yang berujung kaburnya puluhan tahanan Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura. Polisi saat ini memburu para tahanan yang kabur tersebut.

Kapolresta Pekanbaru Saat di wawancara Wartawan Di Lokasi, Kombes Susanto mengatakan ada tiga pintu masuk utama yang diperketat pengawasan oleh jajarannya.

Ketiga titik itu adalah jalan lintas Siak-Pekanbaru via Kecamatan Tenayan Raya, selanjutnya via Rumbai dan Rumbai Pesisir. Susanto yang memimpin langsung kegiatan itu memeriksa semua kendaraan yang masuk dari arah Siak. Baik itu angkutan umum dan pribadi seperti bus, truk, kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua.

“Kita lakukan pemeriksaan dengan menurunkan seratusan anggota Polresta Pekanbaru, pemeriksaan dilakukan terhadap semua kendaraan yang masuk ke kota Pekanbaru baik itu dari pintu masuk Kecamatan Tenayan Raya, pintu masuk Kecamatan Rumbai dan pintu masuk Kecamatan Rumbai Pesisir,” ujar Susanto Kepada Wartawan.

“Kami juga mengharapkan kerjasama masyarakat apabila mencurigai dan mendapatkan informasi adanya napi yang kabur tersebut dan agar dapat memberitahukan kepada pihak kepolisian terdekat,” lanjutnya.

Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo langsung SIGAP meninjau lokasi Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura yang sudah ludes terbakar akibat kerusuhan para warga binaan.

“Kita berusaha masuk ke dalam, kondisi kebakaran sudah bisa dipadamkan oleh pemadam kebakaran Kabupaten Siak. Alhamdulillah tak ada korban manusia,” katanya.

Polisi menurut Widodo sedang melakukan negosiasi dengan warga binaan yang masih tersisa di dalam rutan. Hal tersebut terkait evakuasi maupun pemindahannya ke tempat atau rutan daerah lain.

Saat ini sudah ada sekitar 110 warga binaan yang dievakuasi ke gedung serbaguna Maharatu. Sementara jumlah keseluruhan warga binaan di Rutan Siak adalah sebanyak 648 orang .

Sumber : SIGAPNEWS.CO.ID
Editor : Syarifah