SelayangNews.com – Surat Terbuka kepada yth.

1. Seluruh Delegasi Kongres KSBSI

2. Seluruh PK, DPC dan Korwil KSBSI

Salam solidaritas.

Saya ingin menyampaikan saran saya untuk dipertimbangkan di kongres KSBSI 8 Juni 2019.

Memetik pengalaman kita berpisah, menjadi bersaing, mengkerdil dan tidak diperhitungkan orang, dan rejeki sulit diraih. Karena itu Saya mengajak mari kita bersatu dalam Dewan SBSI, dengan ketentuan:

1. SBSI, KSBSI & SBSI92 tetap otonom, tetapi Kita bersatu dalam :

a. Visi welfarestate b. politik
c. Penegakan hukum perburuhan
d. Solidaritas.

2. Kita buat kode etik SBSI dan kode etik solidaritas.

3. Struktur dan Kepengurusan kita bicarakan bersama.

Kalau kita bersatu, manfaat bagi kita bersama.

a. SBSI menjadi serikat buruh terkuat n paling berpengaruh.

b. Para pemimpin SBSI akan dipandang sebagai leaders yg pendamai dan matang mengurus nasib buruh diikat solidaritas.

c. Kita bersama diperhitungkan karena itu rejeki bagi pengurus lebih mudah diraih dari potensi domestik.

Dampak positif lainnya, Mungkin Jabatan – Jabatan Tripartit kita kuasai, kita rebut semaksimum mungkin hakim adhok dan hakim agung, kita tempatkan wakil buruh di lembaga – lembaga kenegaraan.

Pasti beberapa kader Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) bisa kita tempatkan jadi Dekon BUMN agar berhenti keserakahan outsourcing BUMN , dan SBSI dapat mengomandani perpolitikan perburuhan Indonesia, dan masa depan buruh itu berada di genggaman kalian penerus perjuangan SBSI.

Selanjutnya SBSI mudah masuk di APBD-K, APBD-P & APBN.

5. Pikirkan dengan hati tulus yang mendalam bagi perbaikan kehidupan buruh Indonesia dan bagi kesejahteraan para pejuang/pengurus SBSI.

NoteTahun ini saya 66 tahun. Dengan umur ini, Saya ingin berikan banyak waktu sebagai Guru Besar.tq

Prof. Dr. Muchtar Pakpahan, SH., MA.
Penang 11 – 02 – 2019.

Gagasan ini sudah saya sampaikan ke Federasi – Federasi KSBSI, Mudhofir dan Rekson Silaban.

Sumber : SBSI
Editor : Syarifah