DUMAI, SelayangNews.com –  Masa Gerakan Masyarakat Menuntut (GERAMM) akhirnya membuka blokade Jalan Simpang TPI 4 Purnama. Dibukanya blokade itu setelah adanya kesepakatan perbaikan jalan Purnama-Lubuk.  Blokade Jalan tersebut dilakukan sejak, Selasa (18/9) sekitar pukul 08.00 WIB hingga Rabu (19/9)  pukul 13.00 WIB.

Dibukanya blokade jalan tersebut di mulai pada pukul 13.00 WIB, untuk truk CPO perusahaan yang keluar dari Dumai, sedangkan untuk jalur truk yang masuk ke Purnama-Lubuk Gaung masih baru di buka blokadenya pada pukul 16.00 WIB.

“Kita sudah buka blokadenya, perusahaan yang ada siap memperbaiki jalan yang rusak,” ujar Koordinator Umum GERAMM Kota Dumai Rahmad, Rabu (19/9) kemarin.

Ia mengatakan dari hasil kesepakatan perusahaan dan pihak terkait akan mulai memperbaiki jalan pada 26 September 2018. “Mereka tanda tangani diatas materai Rp6000,” ujarnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, blokade akhirnya di buka, setelah di blokade selama 30 jam. “Ini jadi pelajaran bagi mereka, jangan main-main, perusahaan boleh berinvestasi, tapi harus peduli dengan masyarakat,” terangnya.

Kendati sudah ada komitmen dari perusahaan dan dinas PUPR Provinsi Riau, pihaknya tetap mengawal proses perbaikan jalan. “Ingat jangan ingkar terhadap kesepakatan yang telah di buat, jika ingkar, kami akan lakukan hal yang sama bahkan lebih besar lagi,” tambahnya.

Aksi GERAMM tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat, mereka menilai GERAMM berhasil mewujudkan aspirasi masyarakat. “Kami sangat berterima kasih, aksi ini akhirnya membuahkan hasil,” ujar Agus warga Purnama yang juga ikut aksi.

Perjuangan selama dua hari, akhirnya terbayar dengan perbaikan jalan yang memang di kehendaki oleh masyarakat. “Terimakasih sekali lagi,” ujarnya

Sementara itu, Humas PT SDS, Kameru yang mewakili perusahaan yang ada membacakan hasil rapat perusahaan dengan pihak terkait. Ada dua poin penting yakni perusahaan dan Dinas PUPR Provinsi Riau sepakat untuk memperbaiki jalan Lintas Purnama-Lubuk  Gaung dan mempercepat  projek pengerjaan Jalan Parit Kitang.

Pada saat penandatanganan kesepakatan tersebut hadir seluruh perusahaan yang ada di Sungai Sembilan, Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, Ketua KNPI Kota Dumai, Agus Tera, LAMR Kota Dumai, dan para koordinator GERAMM serta beberapa instansi terkait lainnya.