SelayangNews.com, Dumai – Pemuda merupakan bagian terpenting dari sebuah perjuangan dan kesinambungan pembangunan politik.

“Sekali Berati Sudah Itu Mati”. Tindakan adalah pelaksanaan Kata-kata”. Kata-kata yang keluar dari rahim kandung dua tokoh besar bangsa Indonesia Yaitu Chairil Anwar dan Ws. Rendra sangat mengilhami sekali, Pemuda memberi warna Mimpi dan cita-cita besar untuk negeri patut untuk direnungi bersempena dengan proses yang terus digesa dan tidak boleh berhenti.

Foto : Istimewa

Kita ketahui bersama bahwa kemampuan pemuda Indonesia dalam berpolitik tidak dapat diremehkan lagi.

Kemampuan pemuda Indonesa telah teruji dari waktu kewaktu dalam perjalanan bangsa Indonesia, hal ini ditandai dengan tidak satupun gerakan perubahan bangsa Indonesia tanpa peran serta para pemuda/mahasiswa Indonesia. Pemikiran yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan politik dapat menjadi suatu pembaharuan dalam dunia perpolitikan. Saat ini sedikit demi sedikit telah terjadi pergeseran pandangan masyarakat terhadap pemuda Indonesia yang dulunya hanya dianggap sebagai kaum anarkis menjadi kaum intelektual yang berpikiran kritis.

Tengku Dedy mengingatkan bahwa pergerakan kepemudaan Indonesia saat ini tidak lepas dari rentetan sejarah awal pergerakan. Semuanya merupakan hasil dari pemikiran, peran, dan kiprah pemuda-pemuda Indonesia dahulu, dengan satu tujuan mulia yakni menuju Indonesia merdeka.

“Peran, pemikiran dan semangat para pemuda tersebut, mesti menjadi teladan buat seluruh organisasi pergerakan kepemudaan di era kekinian,” ucap Tengku Dedy, Minggu, 9 Februari tahun 2020, Pekanbaru.

Hal tersebut diungkapkan Tengku Dedy saat menghadiri pertemuan dengan kepemudaan

Ia melanjutkan, tercatat dengan tinta emas sejarah perjuangan bangsa Indonesia, beberapa pemuda menjadi tonggak awal terbentuknya negara Indonesia melalui organisasi intelektual kepemudaan

Seperti ‘Jong Java’, suatu organisasi kepemudaan yang didirikan pada tanggal 7 Maret 1915.

“Artinya, mereka para pemuda sekitar 100 tahun yang lalu, telah menorehkan prestasi luar biasa, yang dampaknya dirasakan hingga saat ini. Semangat mereka, keberanian mereka, dari mulai pendirian organisasi, bersatu dalam sumpah pemuda, sampai mengantarkan bangsa ini ke gerbang kemerdekaan. Pemuda saat ini mesti melanjutkan perjuangan mereka,”ujar tokoh pemuda Riau ini.

Tengku Dedy menegaskan bahwa dari perjalanan sejarah tersebut, ada yang bisa dimaknai dan diambil pelajarannya untuk bangsa Indonesia di masa sekarang ini, yakni hadirnya kembali peran kelompok pemuda dalam memberikan koreksi atas perjalanan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.

“Tentu saja peran pemuda saat ini bukan untuk meraih dan menghadirkan kemerdekaan. Namun, tugas pemuda masa sekarang adalah untuk mengawal dan menjaga cita-cita Indonesia merdeka,” tandasnya.

Kapan kah itu akan terjadi ? semua dengan bekal dan persiapan yang rapi, karena
sekali layar terkembang pantang untuk berhenti, sampai pada cita-cita dan kemaslahatan dan kemakmuran itu terjadi,
Menuju Negeri yang Baldatun Thaiyibatun Warabbun ghafuur dengan redha MU Ilahi. menuju Dumai gemilang cemerlang dan terbilang.

Untuk di ketahui berdasarkan undang-undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan adalah pengakuan sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah mencatat peran penting pemuda yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966.

Editor : Syarifah