SelayangNews.com, Dumai – Dugaan pencemaran dilaut kembali terjadi oleh Pertamina RU II Dumai, subuh tadi, Senin (20/01/2020). Tumpukan berwarna hitam terlihat berterbangan ke laut Kota Dumai.

Pencemaran coke pertamina yang berulang-ulang terjadi dinilai memberikan dampak buruk bagi pencemaran lingkungan

Tadi pagi debu Coke Pertamina RU II Dumai cemari laut, berserak banyak disekitar dermaga,”ungkap Y, Senin (10/40/2020) warga Dumai Timur yang enggan namanya disebutkan.

Ia mengatakan, peristiwa pencemaran debu coke ke laut itu tertangkap pada saat patroli.

Pjs Unit Manager Komunikasi Relationship dan CSR Pertamina RU II Dumai Didi Andrian Indra Kusuma dikonfirmasi mengatakan berdasarkan PP 101 bahwa Green Coke tidak masuk dalam kategori limbah B3. Green Coke nama lengkapnya Green Petroleum Coke (GPC) adalah salah satu produk hasil olahan RU II yang dihasilkan dari Delayed Coking Unit berbentuk padatan dan didistribusikan ke dalam dan luar negeri menggunakan kapal dalam bentuk curah (bulk).

Lanjutnya,”proses loading Green Coke pada saat distribusi sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca atau kondisi alam utamanya kecepatan dan arah angin, sehingga debu green coke dapat berterbangan sesuai arah angin.

Pertamina RU II  Dumai telah dan terus melakukan upaya mitigasi dan penanggulangan terhadap Green Coke yang berterbangan sebagai berikut :

1. Memasang oil boom di sekitar dermaga dan kapal agar Green Coke yang jatuh tidak meluas ke tengah laut

2. Memonitor arah angin pada saat akan melakukan proses loading Green coke ke kapal

3. Memonitor kondisi laut oleh petugas kapal Pertamina, apabila terdapat Green coke yang keluar dari area oil boom untuk dapat ditanggulangi di tengah laut

4. Rutin melakukan pembersihan area pantai dan area dermaga.

“Green Coke itu produk kilang RU II, kalo limbah itu memang barang yang gak dipakai,”tutup pjs unit manager komunikasi relationship dan CSR Pertamina RU II Dumai Didi Andrian Indra Kusuma saat dikonfirmasi mengatakan kepada pimred media SelayangNews.com. (Bn)

Editor : Syarifah