SelayangNews.com, Dumai – Organisasi merupakan kumpulan individu yang memiliki struktur dan peran anggota serta bergerak bersama untuk sebuah tujuan.

Organisasi di bidang tenaga kerja atau serikat pekerja merupakan organisasi formal yang terbentuk dari rasa solidaritas, kebersamaan, demokrasi, independen dan memiliki semangat perjuangan untuk membela kesejahteraan dan ada lahir berdasarkan undang-undang

Foto : Sekretaris DPD KNPI Mufarizal ST Di Dampingi Wakil ketua Bidang Tenaga Kerja Tengku dan Wakil Ketua Bidang Investasi Tedi Silahturahmi Ke Disnaker Dumai terkait Tenaga Kerja Lokal

Karakter organisasi bidang tenaga kerja yang menjunjung semangat solidaritas membuat mereka memiliki kekuatan yang harus diperhitungkan oleh pemerintah dan pengusaha

Selain komunikasi internal organisasi, kita juga harus tahu bagaimana komunikasi eksternal dengan pemerintah dan perusahaan dengan tujuan wajib hukumnya mendahulukan tenaga kerja lokal

Wakil Ketua DPD KNPI Kota Dumai Beserta Pengurus Kecamatan KNPI Dumai Selatan Silahturahmi Dengan Manajemen Citimall (Matahari) Di Dumai.

Sinergi tidak akan tercapai selama masing-masing pihak masih mengutamakan pendekatan konfliktual dibandingkan kolaboratif dengan perusahaan kemitraan strategis, memperkuat lobi dibandingkan dengan mengambil sikap konfrontatif dengan tujuan mempermudah mekanisme perolehan tenaga kerja maupun kasus pekerja yang ada di perusahaan

Ketua Harian Tengku dan Sekretaris DPC SBSI Kota Dumai Diana Suhaimi Se. Silahturahmi Ke DPRD Dumai Terkait Tenaga Kerja Lokal

Sejak keberadaan perusahaan yang berinvestasi di daerah ini, menjadi salah satu upaya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Semua perusahaan yang beroperasi di Kota Dumai harus memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja lokal. Memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Foto : Wakil Ketua Bidang Tenaga kerja Tengku Dan Wakil Bidang Investasi Tedi Beserta Disnaker Dumai Silahturahmi Ke Perusahaan Terkait Tenaga Kerja Lokal

“Untuk itu, Tengku Sayyed Hasrian juga mengingatkan kepada dinas terkait untuk terus memantau perkembangan penerimaan tenaga kerja perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Dumai. Pemantauan tersebut dilakukan juga untuk mengukur apakah para pengusaha tersebut sudah menaati aturan yang ada. perda tentang penyerapan tenaga lokal kota Dumai, aturan itu sudah tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan. Di dalam perda tersebut diatur perusahaan harus menerima tenaga kerja lokal dengan perbandingan 70 persen tenaga kerja lokal dan 30 persen tenaga kerja luar Dumaisaat ini hanya tinggal memaksimalkan pengawasannya di lapangan. Karena dengan prioritas penerimaan tenaga kerja lokal tersebut, akan berdampak terhadap jumlah pengangguran yang juga berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan masyarakat yang bisa naik,”tutup Wakil Ketua Bidang Tenaga kerja DPD KNPI Dumai sekaligus Ketua Harian SBSI kota Dumai, Tengku Sayyed Hasrian, Selasa 4 Februari 2020.

Editor : Syarifah