SelayangNews.com, Dumai – Nitizen penguna sosial media Facebook maupun Whatsapp di hebohkan dengan pencalonan ketua Karang Taruna, mereka mendukung sepenuhnya Tengku Sayyed Hasrian Al Hinduan menjadi Ketua Karang Taruna Kota Dumai.

Hal ini di ungkapkan semua Nitizen akun Facebook Said Habib dan Syarifah Hasnita, salah satu dari sekian banyak nitizen seperti akun Facebook Joe Salimakbar II, di komentar “Lanjutkan”. Kamis (24/7)

Foto : Komentar Nitizen di Akun Facebook Syarifah Hasnita. Kamis (24/7). Dumai.

Saat di hubungi Akun Facebook Joe Salimakbar II mengatakan, “lanjutkan”, “sangat mendukung sepenuhnya, Tengku bagus, dan punya waktu banyak untuk berbagi info maupun pertolongan, saya liat pantas dan layak karena scop nya Dumai, Tengku Sayyed Hasrian punya link dan bisa komunikasi secara vertikal dan horizontal untuk menjadi ketua Karang Taruna Kota Dumai,”jelasnya saat di konfirmasi melalui whatsapp

Foto : Komentar Nitizen di Akun Facebook Said Habib. Kamis (24/7). Dumai.

Ditempat yang lain,”Semoga doa kami sebagai masyarakat dapat terkabulkan, Tengku Sayyed Hasrian Al Hinduan menjadi ketua Karang Taruna kota Dumai, sehingga sosok muda yang penuh perhatian kepada rakyat kecil khusus nya Ketenagakerjaan bisa membawa perubahan kedepan,”ungkapan salah seorang warga sosial media saat di wawancara by phone.

Erdiyanto mengatakan sosok Tengku selalu terus mau berjuang demi masyarakat untuk semua orang khususnya para pekerja dan pencari kerja, Maju terus demi masyarakat kota Dumai, siap dukung dan siap membantu. Karena selama ini aku pun kerja sosial tanpa ada bayaran, aku senang kalau ada orang yang mau majukan pemuda dan pemudi kota Dumai, jaya truss Tengku Sayyed Hasrian,”jelasnya saat dihubungi melalui Whatsapp

“Selain Sosok basicnya bidang ketenagakerjaan sangat Ramah dan peduli Rakyat kecil suka membantu. Sehingga kami percaya sosok Tengku Sayyed Hasrian akan membawa perubahan dan angin segar di Tanah,” ujarnya

Saat bung Tengku Sayyed Hasrian Al hinduan diwawancara menjelaskan sedikit,”tugas pemimpin menghidupkan, menggerakkan, dan mengarahkan, banyak orang berkeinginan menjadi pemimpin dirinya sendiri bukan dari keinginan masyarakat, tetapi setelah berhasil, ternyata tidak semuanya mengerti tugas yang seharusnya dilakukan. Sebagai seorang pemimpin, mereka seharusnya mengerti sikap yang seyogyanya dikembangkan, arah yang diinginkan, dan pekerjaan yang akan dilakukan, Pemimpin yang tidak mengerti hal dimaksud, maka arah organisasi yang dipimpin menjadi tidak jelas, akan dibawa kemana visi misi nya untuk anggota dan masyarakat.

“Pemimpin sebagaimana digambarkan tersebut ternyata jumlahnya tidak sedikit, dan berada di berbagai bidang dan juga level kepemimpinan. Organisasi yang sedang dipimpin oleh orang yang tidak paham terhadap tugasnya itu, biasanya menjadi stagnan, rutin, dan akhirnya membosankan. Selain itu, suasana organisasi yang dipimpin oleh orang yang tidak cakap, biasanya tumbuh saling tidak percaya, saling menyalahkan orang lain, dan juga gosif-menggosif,”ucapnya

“Tugas pemimpin itu sebenarnya sederhana saja, yaitu menghidupkan, menggerakkan, dan mengarahkan terhadap orang-orang yang sedang dipimpinnya. Para pemimpin, apalagi di zaman demokrasi seperti sekarang ini, sebenarnya mereka telah memiliki legitimasi yang kuat. Seseorang menjadi pemimpin biasanya melalui seleksi yang ketat, sehingga mereka itu sebenarnya telah mendapatkan legitimasi yang cukup. Kepercayaan dan kewibawaan yang dimiliki sudah cukup digunakan sebagai bekal untuk menunaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya,”sambungnya

“Kekuatan penggerak yang dimiliki oleh para pemimpin, seharusnya bukan berupa uang, perilaku menakutkan, peraturan, ancaman, dan sejenisnya, melainkan adalah ketulusan, keinginan masyarakat, wawasan ke depan organisasi yang jelas, dan perhatian terhadap semua orang-orang yang dipimpinnya. Biasanya orang akan mendengarkan dan mengikuti para pemimpin yang telah membuktikan atas ketulusannya. Penilaian bahwa, seseorang memiliki ketulusan bukan berasal dari ucapannya, janji-janjinya, atau kesanggupannya, melainkan akan dilihat dan disimpulkan dari perbuatannya. Disebut sebagai orang tulus, selain tampak dari kemauannya berjuang juga dari kesediaannya berkorban,”bebernya

“Pemimpin yang diketahui bahwa dirinya ingin dilayani dan apalagi dilihat banyak orang ternyata mementingkan diri sendiri, maka yang bersangkutan akan dianggap tidak tulus. Pemimpin seperti itu tidak akan berhasil menghidupkan semangat anak buahnya, bahkan justru sebaliknya, yakni mematikan semangat kerja. Pemimpin harus mampu menujukkan bahwa dirinya tulus, mau berjuang memajukan organisasinya, dan ada kesediaan berkorban. Pemimpin yang berkeinginan menggerakkan semua kekuatan organisasinya maka yang bersangkutan harus menunjukkan sifat-sifat mulia yang dimaksudkan itu,”ujarnya

“Pemimpin yang memiliki karakteristik sebagaimana dikemukakan di muka, akan diikuti oleh para pengikut atau anak buahnya. Orang pada umumnya menyukai ketulusan, ketauladanan, kemajuan, pekerja keras, dan pejuang yang diikuti oleh kesediaan berkorban suka menolong semua orang. Jiwa mulia seperti itu, manakala ada pada diri seorang pemimpin, maka akan segera diikuti oleh orang-orang yang sedang dipimpinnya. Bahkan tidak sekedar dicintai dan diikuti, tetapi sang pemimpin dimaksud juga akan dibela dengan semua kekuatan yang ada. Orang yang digambarkan seperti itu akan bagaikan accu yang mampu menghidupkan dan sekaligus menggerakkan berbagai kompoten sebuah mesin,”pungkasnya

“Pemimpin yang berharap berhasil menghidupkan dan sekaligus menggerakkan semua bawahannya maka tidak boleh mengedepankan kepentingan dirinya sendiri. Selain itu, pemimpin harus mampu menjauhkan perilaku transaksional dan apalagi dirasakan oleh banyak orang telah memperdaya mereka yang sedang dipimpinnya. Pemimpin harus berakal tetapi jangan sekali-kali tampak ‘mengakali’ anak buahnya. Siapapun ingin diperlakukan secara jujur, penuh dengan ketulusan, diakui ‘akunya’, dan diberikan harapan masa depannya yang dipercaya lebih baik. Perilaku pemimpin seperti itu akan mampu menghidupkan dan sekaligus menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya,”tegasnya

“Terimakasih untuk semua dukungan, do’a dan apresiasi nya. inshaAllah.. jika Allah ijinkan. sebagai bentuk terima kasih saya terhadap semua orang yang telah mendukung, mempercayai saya hingga saya bisa berada di posisi saat ini bisa menolong semua, Mustahil rasanya saya bisa seperti ini kalau bukan karena dukungan orang-orang. Luar biasa rasanya di sayang banyak orang,”tutupnya

Editor : Syarifah