SelayangNews.com, Dumai – Selasa tanggal 15 Januari 2019 pukul 07.45 WIB Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera dan Upacara Tabur Bunga yang bertempat di Perairan selat Dumai menggunakan KAL Tedung Lanal Dumai.

Tampak Hadir Dalam Untuk tersebut Walikota Kota Dumai Bpk Drs Zulkifli AS MSi, Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak, Dansatradar Letkol LEK Candra Kelana Wira Bhakti, Pasintel Lanal Dumai Mayor Laut (E) Arief Brahma, Pasminlog Lanal Dumai Kapten Laut (T) Sofiyan, Kapolres Dumai di wakili Kasat Pol Air Dumai, Dandim Kota Dumai Letkol H. sitinjak, Danden rudal Mayor Gede Henry, Perwakilan Pengadilan Negeri, Perwakilan Pengadilan Agama, Perwakilan Dishub kota Dumai, Ka Bea cukai Dumai, Perwakilan Pelindo, Anggota PPAL, Perwakilan ibu Jalasenastri Lanal Dumai dan Para tamu undangan

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika Yang menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera dan Upacara Tabur Bunga yang bertempat di Perairan selat Dumai

Komandan Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera dan Upacara Tabur Bunga yang bertempat di Perairan selat Dumai Lettu Laut (P) Arif S.T Han

Selanjutnya Pembacaan Sejarah Pertempuran laut oleh Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika

Pada Tanggal 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia Menyatakan Kemerdekaan nya untuk Menegakkan dan Mempertahankan Kemerdekaan itu Seluruh Bangsa Indonesia telah Melakukan Perjuangan Bersenjata

Pada perang Kemerdekaan 1945 1949, Dengan Semboyan, Merdeka atau Mati dan semangat tak kenal menyerah, serta percaya kepada kemampuan sendiri

Dalam masa perjuangan bersenjata itu, kita telah mengirimkan ekspedisi – ekspedisi keluar JAWA dengan maksud untuk mewujudkan negara kesatuan Republik Indonesia.

Dari sekian ekspedisi lintas laut tersebut, terdapat beberapa peristiwa pertempuran laut, yang penuh semangat heroik dan patriotik antara lain:

Peristiwa pertempuran laut di selat Bali pada tanggal 4 April 1946 antara perahu rombongan ekspedisi Bali. pimpinan Markadi dengan dua buah LCM Belanda

Peristiwa pertempuran laut, di laut Cirebon 1 pada tanggal 5 Januari 1947, antara kapal gajah Mada dengan kapal Belanda HR.MS.KORTENAER.

Peristiwa pertempuran laut di dekat pulau Panikian pada tanggal 17 Februari 1947, antara rombongan ekspedisi Sulawesi pimpinan Kapten Laut Hasan Ralla dan Letnan Satu A.A. RIVAI dengan pihak Belanda.

Peristiwa pertempuran laut di perairan pulau Sapudij pada tanggal 13 APRIL 1947 antara rombongan ekspedisi sulawesi pimpinan kapten laut Haryanto dengan pihak Belanda.

Dengan semangat percaya kepada kemampuan sendiri, disertai mental tak kenal menyerah, para pemuda pejuang kita telah mengadakan perlawanan terhadap kapal patroli Belanda yang bersenjata serba lengkap, mereka berjuang tanpa Pamrih demi tegaknya Kemerdekaan!

Namun Sebagian dari pemuda itu akhirnya Gugur sebagai Patriot Kasuma Bangsa.

Jiwanya masih tetap hidup dan membangkitkan semangat Juang bagi yang ditinggalkan

Semangat juang sebagai bangsa yang mempunyai harga diri.

Selanjutnya pada tanggal 28 April 1958, telah terjadi pertempuran antara R.I Hang Tuah dengan sebuah pesawat terbang musuh yang dikemudikan penerbang asing Allan Pope di sekitar perairan balikpapan, walaupun akhirnya kapal beserta delapan belas awak kapal tenggelam namun mereka telah mengadakan perlawanan yang tidak kenal menyerah.

Pada tanggal 15 Januari 1962, tiga kapal cepat Torpedo R.I. Macan Tutul, Macan Kumbang dan harimau yang tengah melaksanakan operasi infiltrasi dalam rangka perjuangan mengembalikan Irian Barat

Ketika berada di posisi 04 derajat sampai 09 menit lintang selatan dan 135 derajat sampai 02 menit bujur timur dengan Haluan 239, telah dikelilingi dua pesawat terbang jenis Neptunus dan Firefly milik Belanda.

Pada radar kapal, didapat gema, adanya dua buah kapal bergerak menuju kearah iringan kapal kita yang kemudian dapat diketahui bahwa dua kapal tersebut adalah jenis DESTROYER.

Tiba-tiba kapal tersebut menembakkan peluru suar kearah kepal – kapal kita.

Sesaat kemudian air sebelah menyebelah bersemburan, yang berarti musuh melepaskan tembakan peluru tajam disusul dijatuhkan peluru suar oleh pesawat terbang. sehingga keadaan menjadi terang benderang.

Editor : Syarifah